Tampilkan postingan dengan label KLIPING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KLIPING. Tampilkan semua postingan

Lima Hal yang Tidak Pantas Dikatakan Lewat SMS

Written By Kelulut Klanceng on Rabu, 20 Juni 2012 | 12.59

Lima Hal yang Tidak Pantas Dikatakan Lewat SMS
Apakah pesan singkat membuat kita lebih jujur? Atau memang ada hal yang lebih mudah jika dikatakan lewat SMS (atau BBM dan WhatsApp)? Para peneliti di University of Michigan berkata bahwa kita menjadi lebih terbuka terhadap informasi yang sensitif melalui pesan teks.

Meski demikian, ada lima hal yang tidak boleh diungkapkan lewat pesan teks. Selamanya.

1. "Sebaiknya kita putus saja"

Akuilah, kamu akan merasa sangat kesal jika seorang pria mengirim pesan itu kepadamu, begitu juga sebaliknya. Putus hubungan lewat SMS benar-benar tidak keren. Akan lebih baik jika kamu mengatakan langsung. Jangan takut, hadapi saja...

2. "Jangan bilang-bilang ya..."

Aturan umumnya, jika SMS/BBM/WhatsApp diawali dengan kata-kata di atas, maka JANGAN tekan tombol kirim. Rahasia seharusnya dibagi dengan langsung bertatap muka, jadi orang itu tidak akan bisa menyebarluaskan rahasia itu.

3. "Aku hamil"

Serius, jauhkan dirimu dari telepon seluler sekarang. Apa kamu benar-benar ingin memberikan pasanganmu momen “aku-akan-jadi-seorang-ayah” terjadi lewat iPhone? Bahkan, semua hal yang berhubungan dengan bagian tubuh wanita seharusnya tidak didiskusikan melalui pesan teks. Kecuali pesan-pesan seks untuk menggoda pasangan.

4. "Aku cinta kamu" (untuk pertama kalinya)

Jika kamu siap untuk “menembak” pasanganmu untuk pertama kalinya, TOLONG jangan lewat SMS. Di samping kamu tidak akan mendapat momen cinta yang sesungguhnya dengan pasangan, kamu juga tidak bisa kamu melihat reaksi pasanganmu! Bagaimana jika kamu mendapat balasan "Aku juga," atau sebuah ":)" — betapa sayang tidak bisa melihat langsung reaksi itu.

5. "Maafkan aku :("

Apakah kamu mau memaafkan seseorang yang meminta maaf lewat emoticon? Jika masalahnya benar-benar serius dan membuat kamu merasa sangat bersalah, katakan maaf langsung atau paling tidak lewat telepon. JANGAN PERNAH mencoba untuk berargumen lewat SMS sebab kata-kata sadis kamu lebih sulit dihapus. Tetapi jika masalahnya sepele — boleh deh minta maaf lewat SMS.

Pernahkah kamu menerima pesan menyebalkan seperti di atas? Atau mungkin kamu pikir ikon senyum cukup untuk menyelesaikan masalah? | cosmopolitan.co.uk

Anggota DPRK Tamiang Salahgunakan Bantuan Ternak

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 08 Desember 2011 | 02.09


$100.00
Bantuan ternak yang diberikan kepada Kelompok Cita Bina Desa Pahlawan Kecamatan Karang Baru, diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi anggota DPRK. Hal ini terkuak saat beberapa anggota yang nama-namanya terdapat dalam kelompok tersebut, tidak mengetahui dana tersebut telah dicairkan.

Kelompok Cinta Bina yang diketahui Arliza Saputra, Amat Husni (Sekretaris), Poniran (bendahara) dan anggota yang terdiri dari Suanda, Mulianto, Suriadi, Anto KR, Junaidi dan Wukijan mengajukan bantuan untuk pembelian 12 ekor lembu kepada pemkab Aceh Tamiang melalui Kesra Setdakab.

Menurut salah seorang sumber warga desa Pahlawan yang mengetahui persoalan dan enggan ditulis namanya mengatakan, setelah dana tersebut dicairkan sebesar Rp. 60 juta, ternyata dana tersebut tidak dibelikan untuk lembu dan juga tidak dibagikan kepada anggotanya.

Sementara pengakuan Arliza ketua Kelompok saat dikonfirmasi andalas, kemarin mengatakan, bantuan itu telah dibelikan lembu sebanyak 8 ekor melalui Drs. Hamdani Anggota DPRK. “Karena Hamdani adalah pemilik lembu yang selama ini saya pelihara,” kata Arliza. Selain pembelian lembu dengan Hamdani, Arliza juga menegaskan pembelian itu dikarenakan jasa Anggota DPRK tersebut yang telah membantu menggolkan proposal bantuan lembu tersebut.

Masih menurut sumber tadi, bahwa lembu yang berada pada ketua kelompok adalah lembu milik Hamdani, yang telah lama dipelihara oleh Arliza. “Jelas ini adalah penipuan berkedok bantuan. Sebab beberapa anggota kelompok baru-baru ini dijanjikan akan diberikan lembu dengan syarat harus membuat surat pernyataan tertanggal 30 September 2011 yang berbunyi lembu hanya dipelihara satu orang saja, bila ada hasil baru dibagi kepada anggota,” kata sumber tadi.

Pembuatan surat pernyataan ini dilakukan setelah kasus bantuan ini tercium oleh wartawan yang mencoba konfirmasi dengan Hamdani. Hamdani mengakui, lembu tersebut miliknya dan telah dibeli oleh kelompok Cita Bina. “Umumnya, Kelompok Tani Ternak memiliki aturan yang berbunyi setiap bantuan yang diperoleh dari APBN, APBA, APBK maupun dari pihak manapun harus dibagikan kepada anggota kelompok,” terang Ketua Kelompok Tani Ternak Desa lain. (Sumber : Harian Andalas).

45 Persen Koperasi di Aceh Tamiang Vakum

Written By Kelulut Klanceng on Sabtu, 03 Desember 2011 | 01.50

Dari 213 koperasi yang ada di Aceh Tamiang, sekitar 95 koperasi (45 persen) diantaranya mati suri (fakum) selama bertahun –tahun dan terancam dibekukan.

Kadis Koperindag Aceh Tamiang, Ir Irwansyah, Senin (4/12) mengatakan, koperasi yang aktif hanya 55 persen, selebihnya telah fakum. Kondisi ini diketahui dari laporan dalam Rapat Tahunan Anggota (RAT) yang tidak pernah dilaksanakan dan laporannya tidak pernah disampaikan pada pemerintah. Umumnya koperasi mati suri itu adalah koperasi lama yang berdiri sejak Aceh Tamiang tergabung dalam Kabupaten Aceh Timur. “Sedangan sisanya masih dalam katagori baik dan berjalan,” ujarnya.

Setiap pembinaan yang dilakukan pihaknya, undangan yang disampaikan, tidak ada perwakilan dari koperasi yan bersangkutan yang datang bahkan ada penurus dan anggota koperasi yang sama sekali tidak ada lagi dan hanya tinggal nama. “Kami akan data kembali koperasi dan jika ada yang tidak beres akan dibekukan,”ujar Irwan.

Kondisi ini terjadi, sebut Kadis Koperindag, karena cenderung pendirian koperasi semata–mata hanya mengharapkan bantuan pemerintah, padahal tanpa dukungan pemerintah aktifitas koperasi bisa berjalan, karena sebagian besar bergerak di sektor ril. Diakui ada beberapa koperasi yang berjalan secar baik dan ‘sehat’ Untuk koperasi-koperasi ‘sehat’ Dinas Koperinda juga akan menyalurkan dana hibah permodalam bersumber dri APBN antara Rp 50–Rp 100 juta. Pihaknya juga mengakui secara umum pembinaan yang dilakukan juga masih kurang. Sebab, keterbatasan anggaran daerah disampig persoalan pemasaran hasil produk koperasi yang masih mandek. (M. Nasir/SI).

Pertamina dan PMI Lakukan Aksi Donor Darah

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 11 Agustus 2011 | 01.42


Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pertamina ke-54, PT Pertamina EP Field Rantau Region Sumatera, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Langsa, Rabu (7/12) menyelenggarakan aksi donor darah yang berlangsung di Wisma Jeumpa Pertamina Field Rantau.

“Aksi sosial donor darah merupakan agenda rutin setiap  tahun yang dilaksanakan PT.Pertamina EP Field Rantau dalam menyambut hari ulang tahun Pertamina, ikut dalam kegiatan tersebut Tim Manajemen Pertamina Field Rantau, para pekerja dan pekarya beserta keluarga, serta masyarakat yang berada disekitar Komplek Pertamina Field Rantau,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Rosdani.

Rosdani dalam laporannya mengatakan, “Jumlah peserta kegiatan donor pada hari ini sangat banyak, terlihat dari hasil jumlah pendonor Pria sebanyak 97 orang, berhasil memperoleh 97 pcs kantong darah atau setara dengan 33.950 cc darah dan pendonor Wanita sebanyak 26 orang, berhasil memperoleh 26 pcs kantong darah atau setara dengan 9.100 cc darah,” katanya dengan antusias.

“Kemudian jumlah peserta pendonor yang mendaftar sebanyak 144 orang, hanya yang berhasil ikut menyumbangkan darahnya sebanyak 123 orang,” katanya.

Field Manager Pertamina EP Field Rantau Irwansyah menyambut baik kegiatan aksi sosial donor darah ini, yang merupakan wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Setelah selesai melakukan donor, para pendonor mendapat cenderamata berupa T-Shirt “Blood For Life” dari PT Pertamina Field Rantau, Vitamin dan Ekstra Pooding, serta panitia juga menyediakan door prize bagi peserta yang beruntung. (Rico. F).