Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa Oral Seks di Mobil Rental, CD Basah Disita

Written By Kelulut Klanceng on Rabu, 20 Juni 2012 | 13.16

Pria berinisial MR (23) dan pasangan wanita berinisial CN (20) berstatus mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Banda Aceh dan Langsa terancam hukuman cambuk. Mereka tertangkap basah saat melakukan oral seks di dalam mobil rental merek Xenia dengan kondisi setengah telanjang di pinggiran Krueng Lamyong, Rabu (30/5) sore oleh petugas Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh yang sedang patroli dikawasan itu.

Kedua pelanggar Qanun Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum) dibawa petugas ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mesum (zinah) yang sudah mereka lakukan. Turut disita mobil rental Xenia bernomor polisi BK 1163 JZ, celana dalam (CD) basah, dan handphone.

Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Fadhil yang didampingi Danton WH Sabri, Kamis (31/5) di Banda Aceh yang dikonfirmasi Harian Aceh membenarkan pihaknya telah menciduk pasangan mesum di bantaran Krueng Lamyong, Darussalam, Rabu (30/5) sekitar pukul 17.02 WIB.

Kini kata Fadhil, kedua pasangan yang sudah pacaran selama dua tahun tersebut masih diintrogasi di ruang penyidik dan kemungkinan pihaknya akan melimpahkan kasus tersebut ke Satpol PP dan WH provinsi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Karena ini sudah termasuk pelanggaran berat dan mereka sudah melakukan mesum (zinah) jadi kasus ini akan kita limpahkan ke provinsi. Kemungkinan keduanya akan diperadilankan dan terancam hukuman cambuk minimal lima kali cambuk dan maksimal sembilan kali cambuk,” tegas Fadhil.

Fadhil menceritakan kronologis penangkapan. Rabu (30/5) sekitar pukul 17.02 WIB, saat melintas di bantaran Krueng Lamyong, Darussalam, petugas WH Banda Aceh yang melakukan patroli melihat mobil Xenia yang mencurigakan. Saat petugas mendekat, mengintip dari arah belakang kaca mobil melihat dua anak manusia berlainan jenis non muhrim itu sedang melakukan oral seks.

Mereka setengah telajang berada di kursi depan kiri setir yang sudah diturunkan. Saat itu petugas WH wanita mengedor pintu mobil, selang berapa menit mobil baru dibuka. Kedua pelanggar Qanun Nomor 14 Tahun 2003 itu pun dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Kata Fadhil, menurut pengakuan MR, dia baru mengantarkan abangnya di pelabuhan Ulee Lheue menuju Sabang. Setelah itu dia menjemput pacarnya CN di Darussalam dan kemudian rawon-rawon ke Kota Banda Aceh. Kedua mahasiswa asal Aceh Timur itu kemudian berhenti di Krueng Lamyong dan melakukan perbuatan mesum di dalam Mobil rental tersebut.

“Mereka ditangkap petugas kita yang sedang patroli di kawasan itu. Mereka juga mengaku kepada petugas saat di-BAP-kan sudah sering melakukan oral seks. Maka itu keduanya kita bina dan panggil orang tuanya. Kasus ini akan kita limpahkan ke provinsi,” kata Fadhil.| Harian-Aceh

Usman Abdullah-Marzuki Hamid Unggul di 4 Kecamatan

Pilkada Kota Langsa putaran kedua telah dilaksanakan hari ini Kamis (14/6). Pelaksanaan Pilkada Kota Langsa ini berlangsung tertib di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa.

Putara kedua Pilkada Kota Langsa diikuti oleh pasangan yang diusung Partai Aceh (PA) Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM dan pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH.

Hasil pantauan dilapangan dan laporan sumber suara-tamiang.com dari TPS-TPS yang ada dalam lima kecamatan di Kota Langsa, untuk sementara pasangan yang diusung Partai Aceh (PA) Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM unggul di empat kecamatan. Sementara Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH unggul perolehan suara di kecamatan Langsa Lama.

Hasil sementara Pemilukada Langsa putaran kedua pada lima kecamatan di Kota Langsa sebagai berikut; Kecamatan Langsa Baro, pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH memperoleh 7.084 suara, Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 9.804 suara.

Kecamatan Langsa Timur, pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH memperoleh 2.228 suara, Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 3.715 suara.

Kecamatan Langsa Lama, pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH memperoleh 6.136 suara, Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 5.921suara.

Kecamatan Langsa Kota, pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH memperoleh 6.251 suara, Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 7.462 suara.

Dan Kecamatan Langsa Barat, pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH memperoleh 3.787 suara, Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 8.608 suara. Atau total jumlah suara sementara yang diperoleh pasangan Drs. Zulkifli Zainon, MM - Syaifullah, SH, MM, MH 25.486 suara serta pasangan Usman Abdullah, SE - Drs. Marzuki Hamid, MM 35.510 suara. | Yudi, Suara-Tamiang.com | Foto : Serambi

111 Negara dukung kemerdekaan Papua

Negara dukung kemerdekaan Papua
Situasi di Papua kembali mendapat sorotan internasional setelah Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni tewas ditembak, Kamis pekan lalu. Polisi mengklaim dia melawan saat akan ditangkap bersama pegiat KNPB lainnya. Polisi menggrebek markas KNPB yang dituding terlibat penembakan terhadap warga asing dan aparat keamanan.

Kondisi Papua tak pernah aman ini menjadi bahasan dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota Jenewa, Swiss, bulan lalu.

Semua perkembangan itu makin menguatkan tekad para tokoh prokemerdekaan buat membebaskan Papua dari Indonesia. Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat Jacob Rumbiak sesumbar mereka bisa merdeka dan berdaulat paling lambat dua tahun lagi. Bahkan, ia mengklaim sudah mendapat dukungan dari 111 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.

Republik Federal Papua Barat merupakan pemerintahan sementara gerakan separatis Papua yang dibentuk berdasarkan kongres ketiga di Jayapura, pertengahan Oktober tahun lalu. Republik Federal ini menggantikan Otoritas Nasional Papua Barat dideklarasikan delapan tahun lalu.

Rumbiak berharap Jakarta mau memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Republik Federal Papua Barat. "Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja," kata Rumbiak.

Berikut penjelasan Rumbiak mengenai persiapan kemerdekaan Papua saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Rabu (20/6):

Bagaimana komentar Anda soal penembakan di Papua?

Jangan alihkan isu Papua dengan penembakan misterius. Kalau Jakarta serius ingin berdialog, bebaskan seluruh tahanan politik dan tarik semua personel keamanan dari Papua.

Anda ingin dialog atau merdeka?

Jakarta sudah tahu keinginan kami buat merdeka. Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja. Lebih baik, Jakarta memberikan pengakuan saja, jadi kami bisa cepat mengurus negara kami sendiri.

Memangnya Papua sudah siap menjadi negara sendiri?

Kami punya kekayaan alam. Kalau Jakarta dan kami bisa bersahabat dan pisah baik-baik, kami nanti bisa bantu Indonesia.

Sudah bentuk pemerintahan?

Dalam Kongres ketiga di Lapangan Sakeus, Jayapura, 19 Oktober 2011, kita sudah mendeklarasikan Republik Federal Papua. Kongres selama tiga hari sejak 17 Oktober itu sudah membentuk Dewan Nasional Papua Barat yang sudah meilih Presiden Republik Federal Papua Barat Forkorus Yaboisenbut dan Perdana Menteri Edison Warumi. Deklarasi itu didukung tujuh wilayah adat di Papua.

Siapa saja sudah mendukung Papua buat merdeka?

Dari dokumen pemerintah Indonesia, ada 14 negara mendukung penuntasan kejahatan kemanusiaan di Papua. Dokumen di luar negeri yang kami ketahui, ada 97 negara mendesak pengiriman misi PBB di Papua. Sokongan itu juga termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang. Negara-negara Amerika Latin, seperti Cile dan Meksiko, juga sudah menyatakan dukungan. Total ada 111 negara. Negara-negara ini pula yang kami harap dalam Sidang Majelis Umum PBB September mendatang, mendorong pengakuan Republik Federal Papua Barat sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Memangnya, pihak Anda sudah mengirim surat permohonan?

Surat itu sudah kami kirim tahun lalu.

Apalagi persiapan untuk merdeka?

Akhir tahun ini, kami akan membuka mission desk di PBB buat memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Papua.

Minta pengakuan kemerdekaan dari Jakarta tidak mungkin, jadi kapan kira-kira diakui oleh PBB sebagai negara?

Paling lambat dua tahun lagi. Tapi sebenarnya bisa lebih cepat dari itu kalau Jakarta mau memberi pengakuan segera.

Jadi Anda bakal memanfaatkan momentum pemilu di Indonesia?

Kami berharap kandidat atau presiden baru Indonesia pada 2014 siap bekerja sama dengan negara baru bernama Republik Federal Papua Barat.

Kalau sudah merdeka, Anda bakal menuntut pejabat Indonesia ke mahkamah internasional?

Kami tidak akan menuntut para jenderal karena mereka cuma melaksanakan perintah. Yang akan kami tuntut pembuat keputusan politik, yakni pemerintah dan DPR. Tapi kalau mereka mengaku salah kami akan mengampuni. Kami orang-orang penuh cinta kasih, tidak suka membunuh.
| Faisal Assegaf,Merdeka.com

Spesies Lobster baru ditemukan

Written By Kelulut Klanceng on Senin, 18 Juni 2012 | 14.40


Spesies baru Crustacea ditemukan di gunung bawah laut wilayah laut utara Spanyol. Crustacea ini ditemukan di laut dengan kedalaman 1.410 meter pada bulan Agustus 2011 oleh tim peneliti INDEMNARES.

Spesies Crustacea yang ditemukan adalah lobster berwarna oranye yang berukuran sekitar 2 cm. Jenis lobster ini banyak ditemukan di wilayah gunung bawah laut, daerah koral yang belum banyak tereksploitasi oleh perikanan.

Lobster yang punya nama ilmiah Uroptychus cartesi ini dijuluki lobster pemalu. Dinamai demikian sebab hidup di wilayah koral yang dalam yang belum banyak dijangkau oleh aktivitas perikanan, cenderung melimpah di wilayah gunung laut.

Secara taksonomis, spesies ini lebih dekat kekeluargaannya dengan kelomang (hermit crab) daripada dengan lobster sebenarnya. Lobster ini cenderung pendiam dan tak bermigrasi jauh. Larva lobster ini hanya mengalami periode plantonik (berenang bebas) selama beberapa hari.

Enrique Macpherson, peneliti dari Centre for Advanced Studies of Blanes di Spanyol, mengatakan, lobster pemalu yang ditemukan memiliki kekerabatan terdekat dengan lobster yang ditemukan di Laut Karibia.

"Kedua spesies memiliki nenek moyang yang sama, yang menginvasi wilayah Atlantik dari Pasifik dan Hindia beberapa juta tahun yang lalu," ungkap Macpherson seperti dikutip Livescience, Jumat (15/6/2012).

Uroptychus cartesi memiliki kekhasan karena bentuk dan jumlah tonjolan serupa duri di cangkangnya. Jenis ini dinamai berdasarkan nama Joan Cartes, ilmuwan Institute of Marine Science di Barcelona yang pertama kali menemukan.

Saat ini, enam spesimen yang dikumpulkan untuk identifikasi disimpan di National Museum of Natural History di Paris. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa baru-baru ini.| Yunanto Wiji Utomo, Kompas

Wanita Florida mengaku sebagai vampir gigit seorang pria lanjut usia

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 08 Desember 2011 | 02.20


Rp.100.000,-
Seorang wanita Florida yang mengaku sebagai vampir dituduh melakukan penganiayaan setelah menggigit seorang pria lanjut usia. Menurut polisi, Jumat (9/9/2011), perempuan bernama Josephine Smith (22) itu menggigit lengan dan wajah Milton Ellis (69).

Ellis mengatakan kepada polisi di St. Petersburg, Florida, ia dan Smith bertemu di jalan. Keduanya berteduh di teras sebuah restoran kosong karena saat itu sedang hujan.
Pria tua itu menyatakan, ia tertidur di kursi roda bermotornya dan ketika bangun mendapati Smith berada di atasnya.

Ellis menuturkan kepada pihak berwenang, wanita itu mengatakan "Saya vampir. Saya akan memakan kamu" dan ia kemudian mulai menggigitnya.

Menurut laporan polisi, Ellis digigit di lengan dan bibir hingga berdarah-darah sebelum menyelamatkan diri dan menghubungi polisi. Ia kemudian dirawat dengan jahitan-jahitan di lukanya di sebuah rumah sakit setempat dan diizinkan pulang.

Setelah tiba di lokasi kejadian, polisi mendapati Smith berdarah dan setengah telanjang di tempat berdekatan, namun wanita itu mengaku tidak ingat apa yang terjadi dan tidak mengklaim dirinya sebagai vampir, kata juru bicara Kepolisian St. Petersburg Mike Puetz.

Smith, yang ditangkap pada Kamis pagi, kini ditahan dengan penetapan uang jaminan sebesar 50.000 dollar AS. (Sumber : Kompas Online).

Anggota DPRK Tamiang Salahgunakan Bantuan Ternak


$100.00
Bantuan ternak yang diberikan kepada Kelompok Cita Bina Desa Pahlawan Kecamatan Karang Baru, diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi anggota DPRK. Hal ini terkuak saat beberapa anggota yang nama-namanya terdapat dalam kelompok tersebut, tidak mengetahui dana tersebut telah dicairkan.

Kelompok Cinta Bina yang diketahui Arliza Saputra, Amat Husni (Sekretaris), Poniran (bendahara) dan anggota yang terdiri dari Suanda, Mulianto, Suriadi, Anto KR, Junaidi dan Wukijan mengajukan bantuan untuk pembelian 12 ekor lembu kepada pemkab Aceh Tamiang melalui Kesra Setdakab.

Menurut salah seorang sumber warga desa Pahlawan yang mengetahui persoalan dan enggan ditulis namanya mengatakan, setelah dana tersebut dicairkan sebesar Rp. 60 juta, ternyata dana tersebut tidak dibelikan untuk lembu dan juga tidak dibagikan kepada anggotanya.

Sementara pengakuan Arliza ketua Kelompok saat dikonfirmasi andalas, kemarin mengatakan, bantuan itu telah dibelikan lembu sebanyak 8 ekor melalui Drs. Hamdani Anggota DPRK. “Karena Hamdani adalah pemilik lembu yang selama ini saya pelihara,” kata Arliza. Selain pembelian lembu dengan Hamdani, Arliza juga menegaskan pembelian itu dikarenakan jasa Anggota DPRK tersebut yang telah membantu menggolkan proposal bantuan lembu tersebut.

Masih menurut sumber tadi, bahwa lembu yang berada pada ketua kelompok adalah lembu milik Hamdani, yang telah lama dipelihara oleh Arliza. “Jelas ini adalah penipuan berkedok bantuan. Sebab beberapa anggota kelompok baru-baru ini dijanjikan akan diberikan lembu dengan syarat harus membuat surat pernyataan tertanggal 30 September 2011 yang berbunyi lembu hanya dipelihara satu orang saja, bila ada hasil baru dibagi kepada anggota,” kata sumber tadi.

Pembuatan surat pernyataan ini dilakukan setelah kasus bantuan ini tercium oleh wartawan yang mencoba konfirmasi dengan Hamdani. Hamdani mengakui, lembu tersebut miliknya dan telah dibeli oleh kelompok Cita Bina. “Umumnya, Kelompok Tani Ternak memiliki aturan yang berbunyi setiap bantuan yang diperoleh dari APBN, APBA, APBK maupun dari pihak manapun harus dibagikan kepada anggota kelompok,” terang Ketua Kelompok Tani Ternak Desa lain. (Sumber : Harian Andalas).

Kejari Kualasimpang Tetapkan Bendahara BPBD Sebagai Tersangka


$300.00
Kejaksaan Negeri Kuala Simpang kahirnya menetapkan Bendahara BPBD Aceh Tamiang, Fahrur Razi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana pasca bencana alam pada proyek swakelola jalan Lubuk Siduk – Sekrak.

Kajari Kuala Simpang, M Basyar Rifai SH didampingi Kasi Pidsus Choirun P SH, Rabu (23/11) mengatakan, di tetapakannya Bendahara BPBD Tamiang sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan penyeilidikan dan pemeriksaan terhadap 10 saksi sehingga yang bersangkutan layak di tetepkan sebagai tersangka.

Drai fakta yang ditemukan pihakanya, ada indikasi pengerjaan rekontruksi swakelola proyek pembangunan jalan Sekrak – Lubuk Sidup setelah selesai dilaksanakan namun uang belum dibayar sepenuhnya. “ Kita konfirmasi PJOK proyek ada uang proyek yang belum diserahkan sebesar Rp 180 juta,” ujarnya.

Setelah pihaknya mengecek direkening BPBD uang tersebut tidak ada lagi dan kita Tanya katanya sudah di pakai sehingg ada indikasi penyimpangan. Sebagai Bendahara yang bersangkutan mempunyai kewajiban menyimpan, dan mempertanggung jawabkan uang negara tersebut. “ Kita juga sudah mengamankan BB sebesar Rp 10 juta,” Tambah Choirun.

Kasus ini ditingkatakan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, Kamis (20/10), pasca itu jaksa penyidik mengumpulkan alat bukti baik berupa saksi, surat, alat bukti petunjuk maupun barang bukti. Kejaksaan menduga ada penyimpangan dana pada proyek proyek rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana alam jalan lubuk sidup di Kecamatan Sekrak yang menyebabkan kerugian negara. “Kita sudah turun ke lapangan memang jalannya bagus tapi diduga ada penyimpangan,” ujarnya..

Pada tahun 2010 pemerintah pusat menggelontorkan dana sebesar Rp 5,2 miliar untuk proyek rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana alam. Setelah ditelaah di temukan pada proyek jalan Lubuk Sidup ada penyimpangan. (M. Nasir/SI).

Amrizal Ketua Umum Pengcab PSSI Aceh Tamiang 2011-2015


$120.00
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Aceh Tamiang (ATAM), Kamis (1/12) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) dalam rangka memilih ketua baru periode 2011-2015.

Muscab II PSSI Kabupaten Aceh Tamiang yang berlangsung selama sehari di Aula SKB ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tamiang Drs. H. Abdul Latief ditandai dengan penyerahan forum sidang kepada pimpinan sidang sementara Drs. M. Nurdin Hamid, M.Sc.

Bupati Aceh Tamiang Drs. H. Abdul Latief atas nama Pemkab Aceh Tamiang berharap agar Muscab II PSSI Kabupaten Aceh Tamiang kali ini dapat berjalan sukses dan lancar, serta mampu memilih ketua dan pengurus baru yang dapat memajukan persepakbolaan di Aceh Tamiang yang dijuluki Bumi Muda Sedia itu.

“Kami berharap PSSI Kabupaten Aceh Tamiang meningkatkan prestasi cabang olahraga sepakbola, membina PS (Perkumpulan Sepakbola) yang ada di Aceh Tamiang. Dan prestasi-prestasi yang sudah tercapai agar dapat ditingkatkan”, ujarnya.

Selain itu, pada Muscab II PSSI Kabupaten Aceh Tamiang kali ini, Drs. H. Abdul Latief tidak akan mengintervensi atau tidak mengajukan calon dari Bupati sendiri. “Siapa pun yang terpilih merupakan pilihan peserta Muscab yang dianggap pilihan terbaik”, kata Bupati.

Sementara dikatakan Idris Bardan selaku Ketua Panitia, “Muscab kali ini Ketua Panitia (Idris Bardan) mencalonkan diri untuk pemilihan Ketua Umum PSSI Kabupaten Aceh Tamiang kali ini apabila didukung peserta Muscab. Sebelumnya Idris Bardan dikepengurusan sebelumnya menjabat Kasi. Humas PSSI Kab. Aceh Tamiang”, ujarnya.

Saat ditemui wartawan Sekretaris Panitia Mawardi Nur yang diisukan akan ikut dalam bursa pencalonan, “Tidak, saya hanya Sekretaris Panitia saja. Sebelumnya saya (Mawardi) menjabat Ketua Komisi Wasit, namun dalam rapat pembentukan panitia ditunjuk menjadi sekretaris panitia. Dalam Muscab II PSSI kali ini diikuti 43 klub anggota Pengcab PSSI Kabupaten Aceh Tamiang. Yang diundang 43 klub, namun yang hadir 38 klub, beberapa klub peninjau serta tokoh-tokoh sepakbola”, jawabnya.

Amrizal Terpilih
Sementara dari isu yang berkembang, ada 2 nama yang masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI Kabupaten Aceh Tamiang periode 2011-2015. Mereka adalah Idris Bardan dan Amrizal. Dalam pemilihan Ketua Umum tersebut, sebanyak 38 klub yang hadir dari 12 Kecamatan yang ada dalam wilayah kabupaten Aceh Tamiang dibagi dalam 3 wilayah, yaitu klub-klub dari wilayah Barat, wilayah tengah dan wilayah Timur. Wilayah Barat memilih Idris Bardan, sedangkan 2 wilayah lagi yaitu wilayah Tengah dan Timur memilih memilih Amrizal sebagai Ketua Umum Pengcab PSSI Aceh Tamiang, dengan demikian Amrizal secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Pengcab PSSI periode 2011-2015.

Seusai terpilih, dalam sanbutannya Amrizal mengatakan dalam waktu dekat segera akan memutar roda kompetisi PSSI dalam wilayah Aceh Tamiang, demikian ungkapnya. (Rico F).

Polisi Amankan 23 Kg Ganja di Aceh Tamiang

$200.00
Aparat kepolisian mengamankan 23 kilogram ganja dari dua lokasi terpisah, yaitu di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, pada Selasa (6/12) malam.
Di Aceh Tamiang, 12 kilogram ganja bersama dua pembawanya berhasil diamankan. Keduanya ditangkap aparat Polsek Tamiang Hulu saat melintas di pos polisi Desa Babo. Tersangka yang diamankan adalah Ali Umar (19) warga Dusun Jati Desa Simpang Jernih, Aceh Timur dan Junaiko (21) warga dusun Sriwijaya Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka.

Sementara aparat kepolisian jajaran Polres Aceh Timur, menemukan sekitar lima kilo ganja di sebuah mobil Avanza berwarna biru laut tanpa plat, dalam sebuah razia, di depan Mapolres setempat. Tiga tersangka yang diduga pemilik barang haram itu berhasil melarikan diri.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Drs Armia Fahmi, melalui Kapolsek Tamiang Hulu, Ipda Sumasdiono, Rabu (7/12), mengatakan, tertangkapanya kedua pembawa ganja itu saat polisi curiga terhadap seorang tersangka Ali Umar yang melintasi pos polisi sambil meneteng goni pada malam hari. “Saat ditanyakan apa isi goni itu, tersangka menjawab kain.”

Penasaran terhadap isi goni tersebut, polisi kemudian mengejar tersangka. Setelah diperiksa, ternyata isi goni tersebut bukan kain tapi ganja yang telah dibal seberat 12 kg, dan tersangka langsung diamankan.

Dari keterangan tersangka, kalau rekannya Junaiko yang membawa 6 kilo ganja sudah lebih dulu melewati pos dan sedang menunggu di Desa Sunting. Junaiko pun berhasil diringkus.

Sementara dari Aceh Timur, polisi mengamankan lima kilogram ganja yang sudah dikemas di sebuah mobil Avanza warna biru laut tanpa plat, dalam sebuah razia di depan mapolres, Selasa (6/12) sekitar pukul 22.30 WIB. Ganja itu diduga hendak diseludupkan keluar Aceh. Sedangkan tiga tersangka yang diduga pemiliknya melarikan diri.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Ridwan Usman, didampingi Kasat Narkoba, Iptu Agus Sunandar, menjelaskan, penemuan ganja dalam mobil tersebut berawal dari adanya razia yang digelar di depan mapolres.

“Saat itu ada sebuah Avanza tanpa plat sedang melaju dari arah barat tujuan Medan dengan gelagat mencurugakan. Kami segera menghentikannya, namun pemilik mobil yang berada dalam mobil tersebut segera membuang barang bukti ganja itu dan langsung tancap gas,” ungkapnya.

Tiga orang yang berada dalam mobil diduga sudah mengetahui kalau mobilnya akan diperiksa. “Ketika mobil itu berhenti, pemiliknya segera membuang barang bukti tersebut. Kita sudah berupaya mengejar, namun tidak berhasil, karena mobil tersebut melaju sangat kencang,” tambahnya.

Guna pengusutan dan penyelidikan, barang bukti daun ganja itu diamankan di Mapolres Aceh Timur. (M. Nasir/SI).

Aceh Tamiang Laksanakan Seminar Perlindungan Lingkungan Hidup

Written By Kelulut Klanceng on Rabu, 07 Desember 2011 | 01.59


$200.00
Dengan meningkatnya frekuensi bencana di Indonesia dalam 10 tahun terakhir ini, menjadi indikasi kuat tingkat kerusakan lingkungan hidup yang sedang dihadapi masyarakat. “Menurut kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan dari total kejadian bencana itu, sekitar 79 persennya merupakan bencana yang terkait dengan cuaca dan iklim berupa banjir, longsor, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan serta gelombang pasang”, kata Bupati Aceh Tamiang.

Kabupaten Aceh Tamiang juga tidak luput dari trend bencana ini. Tercatat serangkaian bencana banjir mulai dipandang sebagai bencana rutin oleh masyarakat, baik masyarakat yang tinggal dihilir maupun dihulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. “Banjir bandang di penghujung tahun 2006 yang lalu telah membawa korban nyawa dan juga harta benda masyarakat seakan member pesan tegas tentang kerusakan lingkungan yang sedang dialami Bumi Muda Sedia ini”, kata Drs. H. Abdul Latief, di Aula SKB Karang Baru, Jum’at (2/12).

Pada seminar yang diselenggarakan Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Aceh Tamiang dan People’s Crisis Centre (PCC) yang mengundang pemateri dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA), Lembaga Penerapan Teknologi Pedesaan (LPTP) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh. Bertemakan Program Peningkatan Kapasitas dan Pendampingan Masyarakat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bupati mengingatkan dengan lahirnya Qanun Aceh Nomor 02/2011 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dianggap menandai babak baru gerakan penyelamatan lingkungan hidup.

Menurut dia, upaya yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan, yaitu dengan cara sistematis dan terpadu baik dalam perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukumnya.

Saat dikonfirmasi perwakilan People’s Crisis Centre, Basri mengatakan “Rangkaian kegiatan seminar perlindungan dan aksi penyelamatan lingkungan hidup dibawah koordinasi BLHK Aceh Tamiang. Target kegiatan seminar dan aksi penyelamatan, agar masyarakat mengetahui UU Nomor 32/2009 tentang lingkungan hidup”, ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang yang bekerjasama dengan Early Warning Sistem (EWS), sehingga direspons oleh KLH.

“Program ini merupakan program nasional khusus untuk Propinsi Aceh. KLH manargetkan bentuk sosialisasi UU Nomor 32/2009 tentang Lingkungan Hidup di tiga daerah yakni, Kabupaten Aceh Tamiang, Kotamadya Lhokseumawe dan Kabupaten Bireun. Kegiatan kampanye ini berlangsung selama 2 hari, hari ini (Jum’at, 2/12) seminar, esok (Sabtu, 3/12) aksi nyata di Kampung Matang Ara Jawa, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang”, tukas Basri.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta dari BLHK Aceh Tamiang Kabid Amdal Abdul Manan merasa dari paparan Ketua JKMA Abdul Manaf, tidak menyentuh tentang keterkaitan pengelolaan lingkungan hidup dengan adat Aceh. “Apakah yang memaparkan dari JKMA yang benar pemangku adat atau hanya sekedar pemateri?”, tanya Kabid Amdal BLHK itu.

Abdul Manaf yang notabene ketua JKMA menjawab, “Sebelumnya saya sudah katakan, bahwa saya bukan ahli adat tetapi hanya pemateri didalam kegiatan seminar kampanye perlindungan lingkungan hidup ini”, jawab ketua JKMA itu.

Pada akhir sesi paparan, aktivis lingkungan dari Walhi Aceh M. Nizar Abdurrani secara singkat dan gamblang memaparkan, “Perubahan iklim bisa dilihat dengan meningkatnya suhu, ini bisa dibuktikan dari deforestasi hutan tropis. Emisi dari pembakaran industry, efek rumah kaca kandungan karbon berpengaruh dengan temperatur”, papar aktivis Walhi tersebut. (Rico. F).

Vaksin Pencegah HIV Makin Menjanjikan

Written By Kelulut Klanceng on Selasa, 06 Desember 2011 | 02.20

Rp.100.000,-
Setelah hampir 30 tahun sejak Human Immunodeficiency Virus (HIV) pertama kali diidentifikasi, para ilmuwan belum juga berhasil menemukan vaksin yang efektif untuk mencegah tranmisi virus ini.

Akan tetapi, harapan tersebut semakin besar setelah ilmuwan menyatakan uji coba vaksin ini pada mencit menampakkan hasil menjanjikan. Mencit yang disuntik vaksin ini berhasil membentuk perlindungan 100 persen melawan HIV.

Kendati begitu, hal ini bukanlah jaminan vaksin juga akan efektif bila dipakai manusia. Tetapi sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam riset ini mengaku terkesan dengan hasil ini dan optimis dalam beberapa tahun lagi vaksin ini bisa diuji coba pada manusia.

Vaksin tradisional bekerja dengan menyamar sebagai bakteri dan melatih sistem imun tubuh untuk membentuk pertahanan spesifik agar jika bakteri atau virus yang sesungguhnya muncul, tubuh bisa langsung melawannya. Sistem pertahanan tersebut pada umumnya adalah antibodi, yakni protein dalam darah.

Para ilmuwan telah mengenali antibodi yang menetralisir strain HIV dalam skala luas, namun mereka kesulitan merangsang sistem imun manusia untuk membentuk antibodi dengan vaksin.

Alternatifnya adalah injeksi gen. Jadi, bukannya melatih sistem imun dalam tubuh untuk membentuk antibodi pertahanan, tetapi para ilmuwan mencoba memberi gen pada protein. Gen ini bisa masuk ke dalam sel di otot atau jaringan lain untuk kemudian membentuk banyak antibodi.

Hasilnya, mencit yang disuntik, 100 persen efektif untuk melawan HIV/AIDS. Riset ini dilakukan David Baltimore bersama timnya dari California Institute of Technology.

Baltimore menggunakan virus yang tidak berbahaya untuk membawa gen antibodi dan menyuntikkannya pada otot kaki mencit. Para peneliti menemukan, mencit itu membentuk antibodi dalam skala tinggi selama lebih dari setahun. Ini juga menandakan terbentuknya perlindungan seumur hidup.

Meski mencit itu disuntik dengan HIV dosis tinggi, tetapi tidak ditemukan tanda infeksi HIV. Penelitian serupa pernah dilakukan pada monyet di tahun 2009 dan menunjukkan hasil yang sama. | Sumber. AP

45 Persen Koperasi di Aceh Tamiang Vakum

Written By Kelulut Klanceng on Sabtu, 03 Desember 2011 | 01.50

Dari 213 koperasi yang ada di Aceh Tamiang, sekitar 95 koperasi (45 persen) diantaranya mati suri (fakum) selama bertahun –tahun dan terancam dibekukan.

Kadis Koperindag Aceh Tamiang, Ir Irwansyah, Senin (4/12) mengatakan, koperasi yang aktif hanya 55 persen, selebihnya telah fakum. Kondisi ini diketahui dari laporan dalam Rapat Tahunan Anggota (RAT) yang tidak pernah dilaksanakan dan laporannya tidak pernah disampaikan pada pemerintah. Umumnya koperasi mati suri itu adalah koperasi lama yang berdiri sejak Aceh Tamiang tergabung dalam Kabupaten Aceh Timur. “Sedangan sisanya masih dalam katagori baik dan berjalan,” ujarnya.

Setiap pembinaan yang dilakukan pihaknya, undangan yang disampaikan, tidak ada perwakilan dari koperasi yan bersangkutan yang datang bahkan ada penurus dan anggota koperasi yang sama sekali tidak ada lagi dan hanya tinggal nama. “Kami akan data kembali koperasi dan jika ada yang tidak beres akan dibekukan,”ujar Irwan.

Kondisi ini terjadi, sebut Kadis Koperindag, karena cenderung pendirian koperasi semata–mata hanya mengharapkan bantuan pemerintah, padahal tanpa dukungan pemerintah aktifitas koperasi bisa berjalan, karena sebagian besar bergerak di sektor ril. Diakui ada beberapa koperasi yang berjalan secar baik dan ‘sehat’ Untuk koperasi-koperasi ‘sehat’ Dinas Koperinda juga akan menyalurkan dana hibah permodalam bersumber dri APBN antara Rp 50–Rp 100 juta. Pihaknya juga mengakui secara umum pembinaan yang dilakukan juga masih kurang. Sebab, keterbatasan anggaran daerah disampig persoalan pemasaran hasil produk koperasi yang masih mandek. (M. Nasir/SI).

Kejati Aceh Tambah Empat Saksi Kasus Alkes Tamiang

Written By Kelulut Klanceng on Jumat, 02 Desember 2011 | 02.14

Tim jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Kamis (20/11) memeriksa empat saksi lagi terkait dengan kasus korupsi proyek pengadaan Alat kesehatan (Alkes) di RSUD Aceh Tamiang. Dengan demikian, kini tim jaksa telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi terkait dengan kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, H Muhammad Yusni SH MH didampingi Kasi Penkum/Humas, Amir Hamzah SH kepada Serambi, kemarin mengatakan, untuk mengungkapkan secara gamblang kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan Alkes RSUD Aceh Tamiang yang dananya bersumber dari APBN 2010 sebesar Rp 8,8 miliar, masih membutuhkan waktu.

Karena sampai sejauh ini, katanya, tim jaksa penyidik masih membutuhkan keterangan sejumlah saksi yang mengetahui dan terlibat langsung dalam proyek itu. “Sekali lagi saya tidak gegabah untuk menetapkan tersangka, saya tidak mau mengorbankan orang yang tidak bersalah,” tegas Kajati Muhammad Yusni yang murah senyum itu.

Sampai sejauh ini tim jaksa penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus itu sebanyak 20 orang. Lima saksi diantaranya menjalani pemeriksaan kemarin, adalah Abdullah (kuasa bendahara umum daerah), dr Zuheni (direktu RSUD), M Nur (staf Sekdakab), M Nuh (Kasubbag Keuangan). Kelima saksi diperiksa secara terpisah selama sekitar 6 jam di lantai I dan II Gedung Kejati Aceh kawasan Batoh.

“Semua orang yang sudah dimintai keterangan sampai sejauh ini masih berstatus sebagai saksi dan belum ada satu pun yang kita tetapkan menjadi tersangka. Kami minta semua saksi jangan perlu takut karena hukum akan kami perlakukan secara adil,” pinta Kajati.

Ketika ditanyai bagaimana tentang hasil pemeriksaan, Kajati masih enggan memberi keterangan. “Saya kira demi kelancaran pemeriksaan dan tidak akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan,”kata Muhammad Yusni.

Seperti diketahui, proyek dengan pagu awal sebesar Rp 9 miliar. Kemudian dalam proses tender CV FK yang keluar sebagai pemenang melalukan penawaran sebesar Rp 8,842 miliar lebih. Lalu dalam pelaksanaannya perusahaan pemenang tersebut tidak membeli dan memasukkan barang tidak sesuai speks yang telah ditawarkan dalam proses tender. (serambi onlline).

Pertamina dan PMI Lakukan Aksi Donor Darah

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 11 Agustus 2011 | 01.42


Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pertamina ke-54, PT Pertamina EP Field Rantau Region Sumatera, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Langsa, Rabu (7/12) menyelenggarakan aksi donor darah yang berlangsung di Wisma Jeumpa Pertamina Field Rantau.

“Aksi sosial donor darah merupakan agenda rutin setiap  tahun yang dilaksanakan PT.Pertamina EP Field Rantau dalam menyambut hari ulang tahun Pertamina, ikut dalam kegiatan tersebut Tim Manajemen Pertamina Field Rantau, para pekerja dan pekarya beserta keluarga, serta masyarakat yang berada disekitar Komplek Pertamina Field Rantau,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Rosdani.

Rosdani dalam laporannya mengatakan, “Jumlah peserta kegiatan donor pada hari ini sangat banyak, terlihat dari hasil jumlah pendonor Pria sebanyak 97 orang, berhasil memperoleh 97 pcs kantong darah atau setara dengan 33.950 cc darah dan pendonor Wanita sebanyak 26 orang, berhasil memperoleh 26 pcs kantong darah atau setara dengan 9.100 cc darah,” katanya dengan antusias.

“Kemudian jumlah peserta pendonor yang mendaftar sebanyak 144 orang, hanya yang berhasil ikut menyumbangkan darahnya sebanyak 123 orang,” katanya.

Field Manager Pertamina EP Field Rantau Irwansyah menyambut baik kegiatan aksi sosial donor darah ini, yang merupakan wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Setelah selesai melakukan donor, para pendonor mendapat cenderamata berupa T-Shirt “Blood For Life” dari PT Pertamina Field Rantau, Vitamin dan Ekstra Pooding, serta panitia juga menyediakan door prize bagi peserta yang beruntung. (Rico. F).