Tampilkan postingan dengan label GAYA HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GAYA HIDUP. Tampilkan semua postingan

Wanita Florida mengaku sebagai vampir gigit seorang pria lanjut usia

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 08 Desember 2011 | 02.20


Rp.100.000,-
Seorang wanita Florida yang mengaku sebagai vampir dituduh melakukan penganiayaan setelah menggigit seorang pria lanjut usia. Menurut polisi, Jumat (9/9/2011), perempuan bernama Josephine Smith (22) itu menggigit lengan dan wajah Milton Ellis (69).

Ellis mengatakan kepada polisi di St. Petersburg, Florida, ia dan Smith bertemu di jalan. Keduanya berteduh di teras sebuah restoran kosong karena saat itu sedang hujan.
Pria tua itu menyatakan, ia tertidur di kursi roda bermotornya dan ketika bangun mendapati Smith berada di atasnya.

Ellis menuturkan kepada pihak berwenang, wanita itu mengatakan "Saya vampir. Saya akan memakan kamu" dan ia kemudian mulai menggigitnya.

Menurut laporan polisi, Ellis digigit di lengan dan bibir hingga berdarah-darah sebelum menyelamatkan diri dan menghubungi polisi. Ia kemudian dirawat dengan jahitan-jahitan di lukanya di sebuah rumah sakit setempat dan diizinkan pulang.

Setelah tiba di lokasi kejadian, polisi mendapati Smith berdarah dan setengah telanjang di tempat berdekatan, namun wanita itu mengaku tidak ingat apa yang terjadi dan tidak mengklaim dirinya sebagai vampir, kata juru bicara Kepolisian St. Petersburg Mike Puetz.

Smith, yang ditangkap pada Kamis pagi, kini ditahan dengan penetapan uang jaminan sebesar 50.000 dollar AS. (Sumber : Kompas Online).

Miskin Atau Kaya Orang Denmark tak Malu Naik Sepeda

Written By Kelulut Klanceng on Rabu, 07 Desember 2011 | 02.04


$400.00
Melancong ke Denmark sudah pasti sangat menyenangkan. Pasalnya, kota-kota yang dijelajahi serba bersih, rapi dan teratur. Itulah salah satu ciri khas negara Eropa sekaligus menandai telah mapan dari sisi peradaban maupun dari sisi perekonomian.

Karena barangkali dari sisi peradaban yang sudah maju, orang Denmark tidak lagi mengagungkan kekayaan secara berlebihan. Salah satu buktinya adalah dengan cara mereka bepergian.

Bila dilihat jalanan di kota Denmark seperti di Kopenhagen, hanya akan ditemui tiga jenis kendaraaan yaitu mobil, transportasi umum berupa bus dan sepeda.
Anda bakal berdecak kagum dengan begitu banyak sepeda dan orang bersepeda di jalanan Kopenhagen. Sepeda ada dimana-mana setiap melangkah di Ibukota Denmark yang bercuaca dingin ini.

Di pinggir jalan, di depan pertokoan, di taman kota, di pagar rumah, sampai di sekitar pintu masuk Stasiun Kereta Listrik Kota, akan terlihat sepeda berjejer.

Bahkan di dalam keretaapi pun, bakal melihat orang Denmark membawa sepeda untuk bepergian. Ya inilah surga bagi para pesepeda.

Apabila ditanyakan orang disana kenapa begitu banyak orang bersepeda di Denmark? Mereka akan menjawab karena bersepeda itu praktis.

Bagi warga Kopenhagen, bersepeda berarti praktis, mudah dan membuat mereka terhindar dari kerepotan untuk parkir mobil, antrean mobil menunggu lampu traffic light, atau menunggu bus.

Meski harga mobil memang mahal, tetapi orang Denmark berpenghasilan lumayan tinggi dan hampir semua keluarga memiliki mobil. Jadi mereka bakal menampik bahwa bersepeda hanyalah kendaraan masyarakat kurang mampu. Jelasnya, bukan karena tidak mampu beli mobil!

Secara umum, orang Denmark suka bersepeda demi kesehatan, lingkungan, iklim, dan karena pemerintah kota menyediakan jalur khusus bersepeda. Di kota besar Denmark seperti di Kopenhagen dan Odense, bersepeda menjadi cara transportasi yang umum bagi orang untuk pergi ke sekolah dan tempat kerja.

Orang Denmark sangat sering bersepeda, bahkan satu dari empat perjalanan pendek kurang dari lima kilometer, dilakukan dengan bersepeda.

Kultur
Director of Traffic Management, The Technical and Environmental Administration City of Copenhagen, Niels Torslov mengatakan bersepeda sudah menjadi kultur hidup orang Denmark. Niels mengatakan setiap hari, setiap waktu, dan tidak peduli kondisi cuaca, orang Denmark bersepeda.

Meski hari hujan, orang Denmark tetap mengayuh sepeda dengan menggunakan jas hujan. Hanya jika cuaca benar-benar terjadi badai atau karena turun salju, orang Denmark tidak bersepeda.

Tetapi masih banyak juga masyarakat Denmark yang tetap bersepeda meski salju turun. Bila ditanya, berapa banyak orang Denmark memiliki sepeda? Mereka akan menjawab, semua orang mempunyai sepeda. Bahkan banyak orang Denmark yang memiliki lebih dari satu sepeda.

Niels mengatakan jumlah penduduk kota Kopenhagen sekitar 500.000 orang. Maka ada lebih dari 500.000 sepeda ada di ibukota Denmark ini. Data statistik menyebutkan sembilan dari sepuluh orang Denmark memiliki sepeda.

Diperkirakan ada setengah juta sepeda yang terjual di Denmark per tahunnya. Ada 2,1 juta mobil di Denmark, tetapi 44 persen orang Denmark tidak memiliki mobil. Sedangkan mobil digunakan oleh 80 persen pengguna jalan di Denmark.

Dari statistik Direktorat Jalan Kota Kopenhagen, 16 persen perjalanan di kota Denmark dilakukan dengan menggunakan sepeda dan 24 persen perjalanan kurang dari lima kilometer juga dilakukan dengan bersepeda.

Sedangkan 45 persen anak-anak di Denmark menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah. "Setiap orang Denmark bersepeda rata-rata 1,1 kilometer per hari. Dan berarti terdapat 1,2 juta kilometer per hari total jarak dari seluruh pesepeda di Kopenhagen," kata Niels.

Bahkan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 36 persen orang dewasa Denmark akan mengayuh sepeda pada akhir pekan. Niels mengatakan orang Denmark bersepeda tidak hanya karena praktis, tapi sudah merupakan gaya hidup modern. Apalagi dengan semakin pedulinya orang terhadap isu perubahan iklim dan perilaku rendah emisi karbon, maka bersepeda menjadi satu pilihan gaya hidup ramah lingkungan.

Dan pada saat penyelenggaraan KTT ke-15 Perubahan Iklim dari Konvensi Badan Dunia untuk Perubahan Iklim pada 7-18 Desember 2009 di Kopenhagen, warga kota bangga dengan gaya hidup bersepeda mereka. Ya, Denmark adalah negara para pesepeda.

Sumber : Analisa Online

Vaksin Pencegah HIV Makin Menjanjikan

Written By Kelulut Klanceng on Selasa, 06 Desember 2011 | 02.20

Rp.100.000,-
Setelah hampir 30 tahun sejak Human Immunodeficiency Virus (HIV) pertama kali diidentifikasi, para ilmuwan belum juga berhasil menemukan vaksin yang efektif untuk mencegah tranmisi virus ini.

Akan tetapi, harapan tersebut semakin besar setelah ilmuwan menyatakan uji coba vaksin ini pada mencit menampakkan hasil menjanjikan. Mencit yang disuntik vaksin ini berhasil membentuk perlindungan 100 persen melawan HIV.

Kendati begitu, hal ini bukanlah jaminan vaksin juga akan efektif bila dipakai manusia. Tetapi sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam riset ini mengaku terkesan dengan hasil ini dan optimis dalam beberapa tahun lagi vaksin ini bisa diuji coba pada manusia.

Vaksin tradisional bekerja dengan menyamar sebagai bakteri dan melatih sistem imun tubuh untuk membentuk pertahanan spesifik agar jika bakteri atau virus yang sesungguhnya muncul, tubuh bisa langsung melawannya. Sistem pertahanan tersebut pada umumnya adalah antibodi, yakni protein dalam darah.

Para ilmuwan telah mengenali antibodi yang menetralisir strain HIV dalam skala luas, namun mereka kesulitan merangsang sistem imun manusia untuk membentuk antibodi dengan vaksin.

Alternatifnya adalah injeksi gen. Jadi, bukannya melatih sistem imun dalam tubuh untuk membentuk antibodi pertahanan, tetapi para ilmuwan mencoba memberi gen pada protein. Gen ini bisa masuk ke dalam sel di otot atau jaringan lain untuk kemudian membentuk banyak antibodi.

Hasilnya, mencit yang disuntik, 100 persen efektif untuk melawan HIV/AIDS. Riset ini dilakukan David Baltimore bersama timnya dari California Institute of Technology.

Baltimore menggunakan virus yang tidak berbahaya untuk membawa gen antibodi dan menyuntikkannya pada otot kaki mencit. Para peneliti menemukan, mencit itu membentuk antibodi dalam skala tinggi selama lebih dari setahun. Ini juga menandakan terbentuknya perlindungan seumur hidup.

Meski mencit itu disuntik dengan HIV dosis tinggi, tetapi tidak ditemukan tanda infeksi HIV. Penelitian serupa pernah dilakukan pada monyet di tahun 2009 dan menunjukkan hasil yang sama. | Sumber. AP

Daun Katuk Bisa Turunkan Kadar Lemak Ayam

Written By Kelulut Klanceng on Senin, 05 Desember 2011 | 02.01

Rp.100.000,-
Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Prof Urip Santoso menemukan ekstrak daun katuk (Saropus androgynus) yang dicampur dengan bahan pakan mampu menurunkan kadar lemak dalam ayam petelur dan ayam pedaging.

"Penelitian yang kami lakukan membuktikan penambahan ekstrak daun katuk pada bahan pangan ayam petelur mampu menurunkan kadar lemak sebesar 40 persen," katanya di Bengkulu, Selasa (6/9).

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk juga meningkatkan produksi telur dan warna kuning telur.

Pemberian ekstrak daun katuk untuk pakan ayam petelur sebanyak sembilan gram untuk setiap satu kilogram pakan ternak ayam.

Sementara untuk ayam pedaging jenis broiler, pemberian ekstrak daun katuk sebesar 18 gram untuk setiap satu kilogram pakan mampu menurunkan kadar lemak hingga 25 persen.

"Penelitian tingkat kampus ini sudah pernah diterapkan pada peternak ayam petelur sebanyak 1.000 ekor dan ternyata mampu menghemat pakan hingga 15 persen," tambahnya.

Sedangkan bobot ternak tidak berbeda atau sama dengan ayam pedaging yang tidak menggunakan ekstrak daun katuk. Selain itu keunggulan lainnya adalah jumlah ternak yang bertahan hidup juga lebih tinggi serta lebih tahan terhadap penyakit yang sering menyerang unggas tersebut.

Namun, Profesor mengatakan penelitian ini masih berlanjut hingga ditemukan dosis atau kadar ekstrak daun katuk yang tepat untuk ayam petelur dan pedaging.

"Kami belum mengurus hak paten karena penelitian ini masih terus berlanjut hingga efek samping atau efek negatifnya seminimal mungkin," katanya.

Namun, kelebihan dosis ekstrak daun katuk pada ayam bisa mengakibatkan terganggunya metabolisme dan penyerapan unsur kalsium pada ayam. (Sumber : Media Idonesia).

Beda HIV dan AIDS

Written By Kelulut Klanceng on Minggu, 04 Desember 2011 | 01.54

Rp.100.000,-
Organisasi dunia penanggulangan AIDS (UNAIDS) menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peningkatan tercepat dalam kasus HIV/AIDS di Asia. Sungguh pun demikian namun pemahaman masyarakat akan penyakit HIV/AIDS masih sangat rendah. Berbagai mitos yang salah masih dianggap sebagai kebenaran sehingga menimbulkan stigma dan diskriminasi.

Untuk lebih memahami penyakit ini, simak mitos seputar HIV/AIDS dan temukan faktanya.

HIV sama dengan AIDS
Fakta: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menghancurkan sel imun tubuh CD4, ini adalah sel yang melawan penyakit. Dengan terapi pengobatan yang baik, seseorang bisa terinfeksi HIV selama bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS.
Seseorang didiagnosa AIDS ketika terjadi penurunan sistem imun yang bermanifestasi dengan munculnya berbagai penyakit opotunistik keganasan, misalnya TBC, herpes, toksoplasma, dan masih banyak lagi. Pada fase ini, penyakit flu pun bisa menyebabkan kematian.

HIV dan AIDS adalah penyakit homoseksual dan PSK
Fakta: Sebagian besar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah heteroseksual (berhubungan seks dengan lawan jenis) serta para pengguna narkoba jarum suntik. Data di Indonesia pada tahun 2011 76,3 persen kasus AIDS baru didapatkan dari penularan seks heteroseksual.

HIV/AIDS bisa menular lewat kontak biasa
Fakta: Kita tidak akan tertular atau menyebarkan HIV hanya dengan memeluk, mencium, berjabat tangan, atau menggunakan handuk yang sama dengan ODHA. Transmisi virus HIV hanya terjadi melalui hubungan seks beresiko tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang sama, serta penularan dari ibu kepada bayi.

HIV/AIDS adalah penyakit kutukan Tuhan
Fakta: Penyakit ini menular melalui darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja; pria, wanita, bayi, dewasa, homoseksual, atau heteroseksual.

Positif HIV berarti akan segera meninggal
Fakta: Setiap orang yang positif HIV memiliki ketahanan tubuh berbeda-beda. Ada sebagian orang yang perjalanan infeksi HIV menjadi AIDS berlangsung puluhan tahun dan hidup normal, seperti Magic Johnson. Tetapi ada juga yang baru hitungan bulan sudah terkena AIDS. Saat ini tersedia obat untuk memperlambat laju perkembangan virus, yakni terapi ARV. #WorldAIDSday