Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Kebiasaan Buruk di Meja Kerja yang Memicu Penyakit

Written By Kelulut Klanceng on Rabu, 20 Juni 2012 | 13.14

Meja kerja hampir sama akrabnya dengan tempat tidur Di tempat ini Anda biasa menghabiskan waktu panjang melakukan berbagai aktivitas — membaca email, mendengarkan musik, sampai makan siang. Pantau kembali kebiasaan bekerja Anda, jangan sampai membahayakan kesehatan.

Mendengarkan musik terlalu keras
Untuk menghormati rekan kerja yang lain, Anda menggunakan earphone untuk mendengarkan musik. Hati-hati, perhatikan volume earphone yang Anda gunakan. Seringkali saking kencangnya teman di meja sebelah masih bisa mendengar sayup-sayup suara musik.

Sebelum menggunakan earphone, pastikan posisi volume dalam keadaan 0 atau off. Ketika memasang earphone, naikkan volume pelan-pelan sampai level yang nyaman untuk kuping. Sebuah penelitian yang diadakan di Amerika menyebutkan menggunakan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama, meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran.

Untuk kesehatan telinga, batasi volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume. Ketika Anda merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius bekerja, Anda sampai melupakan hal ini.

Meja yang berantakan
Tumpukan pekerjaan, kertas yang sudah tidak terpakai, sampai bekas makanan sering jadi penghuni abadi meja kerja. Pekerjaan yang terus datang dan kegiatan lain yang menyita waktu membuat Anda sering lupa merapikan meja kerja.


Ada tiga masalah yang bisa muncul dari meja kerja yang berantakan. Pertama, stres karena melihat isi meja yang tidak beraturan serta menumpuk. Kedua, munculnya bibit-bibit sarang kuman. Ketiga, penyakit otot. Penelitian yang diadakan Universitas Arizona, Amerika menemukan meja kerja rata-rata 400 kali lebih kotor dari dudukan toilet. Tempat-tempat yang paling kotor antara lain permukaan meja, keyboard komputer/laptop dan gagang telepon.

Untuk mencegahnya, bersihkan meja Anda setidaknya seminggu sekali. Pada akhir pekan atau awal pekan gunakan waktu untuk membuang hal-hal yang tidak perlu. Seka seluruh permukaan meja dan peralatan lainnya dengan tisu pembersih anti kuman. Meja yang bersih dan lapang akan membuat suasana kerja semakin menyenangkan. Tumpukan yang tidak beraturan serta posisi benda yang tidak teratur akan membuat seseorang berusaha lebih keras untuk meraih sebuah benda yang diinginkan. Tak jarang hal ini menimbulkan cedera otot ringan.

Makan di meja kerja
Ada banyak alasan sebaiknya meja kerja tidak berfungsi gandasebagai meja makan. Makan sambil mengetik di laptop Anda hanya akan membuat kuman yang bersarang di laptop pindah ke makanan lalu ke mulut Anda. Selain itu, sisa-sisa makan yang tercecer di meja bisa sumber penyakit baru karena menarik perhatian binatang-binatang kecil atau bahkan tikus di malam hari untuk mampir ke meja Anda. Walau Anda selalu berusaha membersihkan semaksimal mungkin, tetap saja risiko tersebut masih tetap bisa terjadi.

Masalah yang seringkali juga terjadi adalah rusaknya peralatan akibat makanan dan minuman yang terdapat di atas meja. Air minum yang tumpah membasahi keyboard atau saus makanan yang terpercik ke dokumen Anda tentu bukan hal yang asing. Belum tentu Anda bisa menjamin bebas akan risiko ini. Daripada harus mengganti peralatan kantor karena hal tersebut atau terlambat rapat karena harus menyiapkan ulang dokumen yang terkena makanan sebaiknya bawa makanan Anda ke tempat makan yang benar.

Makan sambil kerja membuat otak Anda menjadi tidak fokus terhadap kegiatan makan. Efeknya sama seperti makan di depan televisi. Anda bisa menghabiskan porsi lebih makan saat makan sambil kerja dibanding dengan makan yang fokus. Peneliti dari Universitas Bristol mengungkapkan, makan sambil bekerja dapat menyebabkan seseorang merasa kurang kenyang dan akan banyak mengonsumsi camilan di sore harinya. Bila diteruskan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu tentunya tubuh dan otak Anda perlu waktu untuk penyegaran. Studi menunjukkan 15 menit saja beralih dari meja kerja untuk makan atau beristirahat dapat meningkatkan kerja otak Anda.

Terpaku di meja kerja
Berjam-jam duduk di meja kerja tanpa beristirahat dapat memicu timbulnya penyakit. Terus-menerus duduk di meja kerja dapat melambatkan kerja otak karena kurang lancarnya aliran darah. Dalam satu jam sekali setidaknya berdiri dan berjalanlah berkeliling sesaat untuk meregangkan badan dan melancarkan aliran darah.

Selain itu, postur duduk yang salah juga bisa memicu timbulnya nyeri pada punggung, leher, serta sakit kepala.

Jika ada yang ingin didiskusikan dengan teman kerja, coba sesekali datangi meja kerjanya daripada mengirim email. Kegiatan ini baik untuk menyegarkan otak dan membuat badan lebih sehat. Hindari juga menyimpan benda-benda pada bagian yang terkena tekanan saat duduk. Kantong belakang yang berisi dompet sebaiknya dikosongkan sebelum duduk. Tekanan yang terus menerus dari dompet tersebut dapat memicu nyeri pada syaraf di sekitarnya.

Untuk menjaga kesehatan mata dari paparan sinar komputer sebaiknya ikuti rumus 20-20. Setiap 20 menit, palingkan mata Anda dari layar komputer selama 20 detik untuk melihat sesuatu yang jaraknya paling tidak sejauh 5 meter. Kegiatan ringan ini jika dilakukan dapat mengurangi risiko kerusakan pada mata. | Yahoo.com

Menyengsarakan Anggota DPR

Suata hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.

Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.

Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.

Editor : Rico Fahrizal
Sumber : okezone.com

Wanita Florida mengaku sebagai vampir gigit seorang pria lanjut usia

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 08 Desember 2011 | 02.20


Rp.100.000,-
Seorang wanita Florida yang mengaku sebagai vampir dituduh melakukan penganiayaan setelah menggigit seorang pria lanjut usia. Menurut polisi, Jumat (9/9/2011), perempuan bernama Josephine Smith (22) itu menggigit lengan dan wajah Milton Ellis (69).

Ellis mengatakan kepada polisi di St. Petersburg, Florida, ia dan Smith bertemu di jalan. Keduanya berteduh di teras sebuah restoran kosong karena saat itu sedang hujan.
Pria tua itu menyatakan, ia tertidur di kursi roda bermotornya dan ketika bangun mendapati Smith berada di atasnya.

Ellis menuturkan kepada pihak berwenang, wanita itu mengatakan "Saya vampir. Saya akan memakan kamu" dan ia kemudian mulai menggigitnya.

Menurut laporan polisi, Ellis digigit di lengan dan bibir hingga berdarah-darah sebelum menyelamatkan diri dan menghubungi polisi. Ia kemudian dirawat dengan jahitan-jahitan di lukanya di sebuah rumah sakit setempat dan diizinkan pulang.

Setelah tiba di lokasi kejadian, polisi mendapati Smith berdarah dan setengah telanjang di tempat berdekatan, namun wanita itu mengaku tidak ingat apa yang terjadi dan tidak mengklaim dirinya sebagai vampir, kata juru bicara Kepolisian St. Petersburg Mike Puetz.

Smith, yang ditangkap pada Kamis pagi, kini ditahan dengan penetapan uang jaminan sebesar 50.000 dollar AS. (Sumber : Kompas Online).

Vaksin Pencegah HIV Makin Menjanjikan

Written By Kelulut Klanceng on Selasa, 06 Desember 2011 | 02.20

Rp.100.000,-
Setelah hampir 30 tahun sejak Human Immunodeficiency Virus (HIV) pertama kali diidentifikasi, para ilmuwan belum juga berhasil menemukan vaksin yang efektif untuk mencegah tranmisi virus ini.

Akan tetapi, harapan tersebut semakin besar setelah ilmuwan menyatakan uji coba vaksin ini pada mencit menampakkan hasil menjanjikan. Mencit yang disuntik vaksin ini berhasil membentuk perlindungan 100 persen melawan HIV.

Kendati begitu, hal ini bukanlah jaminan vaksin juga akan efektif bila dipakai manusia. Tetapi sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam riset ini mengaku terkesan dengan hasil ini dan optimis dalam beberapa tahun lagi vaksin ini bisa diuji coba pada manusia.

Vaksin tradisional bekerja dengan menyamar sebagai bakteri dan melatih sistem imun tubuh untuk membentuk pertahanan spesifik agar jika bakteri atau virus yang sesungguhnya muncul, tubuh bisa langsung melawannya. Sistem pertahanan tersebut pada umumnya adalah antibodi, yakni protein dalam darah.

Para ilmuwan telah mengenali antibodi yang menetralisir strain HIV dalam skala luas, namun mereka kesulitan merangsang sistem imun manusia untuk membentuk antibodi dengan vaksin.

Alternatifnya adalah injeksi gen. Jadi, bukannya melatih sistem imun dalam tubuh untuk membentuk antibodi pertahanan, tetapi para ilmuwan mencoba memberi gen pada protein. Gen ini bisa masuk ke dalam sel di otot atau jaringan lain untuk kemudian membentuk banyak antibodi.

Hasilnya, mencit yang disuntik, 100 persen efektif untuk melawan HIV/AIDS. Riset ini dilakukan David Baltimore bersama timnya dari California Institute of Technology.

Baltimore menggunakan virus yang tidak berbahaya untuk membawa gen antibodi dan menyuntikkannya pada otot kaki mencit. Para peneliti menemukan, mencit itu membentuk antibodi dalam skala tinggi selama lebih dari setahun. Ini juga menandakan terbentuknya perlindungan seumur hidup.

Meski mencit itu disuntik dengan HIV dosis tinggi, tetapi tidak ditemukan tanda infeksi HIV. Penelitian serupa pernah dilakukan pada monyet di tahun 2009 dan menunjukkan hasil yang sama. | Sumber. AP

Kami Sudah Muak dengan Konflik

Written By Kelulut Klanceng on Kamis, 01 Desember 2011 | 01.46

Oleh Barmawi
Arus konflik mulai tercium sejak para elit Aceh berseteru paskapencabutan Pasal 256 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh yang merupakan turunan dari MoU Helsinki sebagai konsesus politik dari penyelesaian konflik Aceh selama 32 Tahun secara damai, menyeluruh, dan bermartabat dalam Konstitusi Republik Indonesia.

Mungkin itu hanya sebatas alasan untuk melihat seluruh persoalan yang akan berujung kepada ketidak stabilan keamanan di Aceh. Tapi kami cuma orang awam yang cinta damai, tak ingin terlibat dalam pembahasan hukum yang belum mengerti asal mula kepentingan para elit. Walau berjuta alasan pembenar dan lontaran kata di media masa, kami tak perduli soal itu.

Yang kami bisa lihat adalah bila mereka tak bisa bersikap bahwa damai di atas segalanya untuk kepentingan rakyat, maka kami hanya bisa meratapi nasib perdamaian Aceh di masa depan. Kepentingan dalam kekuasaan seringkali mengorbankan rakyat kecil, baik di negara kita atau di belahan dunia lain, sebagaimana terlihat dalam perkembangan politik pada masa ini.
Bagi kami orang awam, celotehan elit itu hanya sekedar pembenaran bagi para manusia yang haus kekuasaan. Pada hakikatnya, manusia semua sama di mata sang Pencipta, tidaklah layak bagi manusia lain yang memiliki ambisi kekuasaan untuk mengorbankan manusia lain sebagai persugihan untu mencapai seluruh tujuan hidupnya.
Apa pun alasan, seluruh manusia memiliki hak yang sama, kedudukan yang sama walau kepentingan berbeda. Mungkin itu hanya sebatas pandangan bagi kami orang awam yang cinta damai dalam melihat Aceh Hari ini.

Kami oram awam yang tidak mengerti politik, yang tidak bisa menerjemahkan hukum sebagai mana kepentingan kami. Kami hanya bisa berharap kepada seluruh elit politik Aceh dan penguasa saat ini untuk melihat kami walau sebagai pengemis yang meminta belas kasihan dalam menjaga perdamaian. Lihatlah, perdamaian baru kami rasakan. Kami belum sempat menikmati seluruhnya dalam menata hidup kami yang tertinggal jauh dari orang-orang yang hidup damai di belahan dunia lainnya.

Kami memohon belas kasihan dari Gubernur, Bupati, Wali Kota, DPRA, dan DPRK Kabupaten Kota dan seluruh unsur terkait lainnya, tolong segera hentikan seluruh kegiatan yang bernuasan pada perpecahan dan permusuhan. Ketahuilah wahai para elit, apa yang kalian ributkan itu membuka peluang dimanfaatkan pihak lain untuk menciptakan konflik baru di bumi Aceh yang berujung pada pengerahan pasukan sebagai alasan keamanan.

Selesaikan masalah regulasi dengan kekeluargaan yang selama ini menjadi alasan dari seluruh unsur masalah baru. Tolong utamakanlah kepentingan rakyat dan perdamaian Aceh. Dukunglah sepenuhnya pihak kepolisian dalam mengungkap kasus penggranatan dan penembakan yang sudah mengusik damai Aceh.

Kami orang awam tidak meminta disediakan beras gratis tiap bulan, kami orang awam tidak mengharapkan disantuni setiap hari besar, kami hanya ingin damai itu dipelihara baik-baik.
Kami sudah sangat lelah dengan konflik, kami sudah tidak sanggup lagi mencium bau mesiu, kami tidak sanggup lagi mendegar peluru nyasar, kami tidak sanggup lagi mencium bau amisnya darah, kami sudah muak mendengar sebutan OTK. Dan yang jelas kami sudah muak dengan konflik, kami ingin damai, kami ingin damai, dan ingin damai.

Dengarlah sedikit saja keluhan kami, berikan sedikit belas kasihan kepada kami, karena kami telah memberikan kepercayaan kepada penguasa negeri ini. Kamilah yang meningkatkan taraf hidup penguasa di negeri ini, keringat kamilah yang telah menghidupkan anak istri penguasa negeri ini, kami telah memberikan begitu banyak buat penguasa negeri ini, kami hanya minta pada penguasa negeri ini pelihara damai sebagai tujuan dari seluruh kepentingan.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Fisip Universitas Malikussaleh.
Sumber : The Atjeh Post